SELAMAT DATANG "WELCOME" SUGENG RAWUH
Ikutilah!!! Training dan Workshop Fikih Muamalah on Islamic Banking and Finance Level Intermediate /////// Training Notaris: Aspek Legal dan Kontrak-kontrak produk perbankan syariah 28-29 November 2012 //////// Training Hybrid Contracts pada Produk Perbankan dan Keuangan Syariah Tanggal 24 November 2012

Kamis, 02 Juli 2009

IDB Akan Terbitkan Sukuk Rupiah

IDB Akan Terbitkan Sukuk Rupiah
Calon nasabah berkonsultasi mengenai produk reksa dana syariah di Kantor HSBC Amanah, Jakarta, Rabu (16/4). Meski relatif baru, produk reksa dana syariah mulai banyak dilirik nasabah sebagai alternatif untuk berinvestasi.

Rabu, 14 Mei 2008 | 13:05 WIB

JAKARTA, RABU - Bank Pembangunan Islam (IDB) menjanjikan penerbitan obligasi syariah (sukuk) dalam denominasi rupiah untuk membiayai proyek-proyek di Indonesia, menyusul telah diterbitkannya Undang-Undang (UU) Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).

"Beberapa waktu lalu kita sudah bertemu dengan Presiden IDB. Dia mengaku tengah menunggu UU Sukuk. Dia bilang kalau UU Sukuk sudah ada, mereka akan menerbitkan obligasi sukuk dalam mata uang rupiah," kata Direktur Pendanaan Luar Negeri Multilateral Kementerian Negara PPN/Bappenas, Dewo Broto Joko Putranto di Jakarta, Rabu (14/5) sebagaimana dikutip dari Antara.

Selama ini, katanya, IDB telah melakukan mekanisme serupa di banyak negara anggota Organisasi Konferensi Islam (OKI). "Seperti di Malaysia, mereka sudah menerbitkan dalam denominasi ringgit Malaysia," katanya.

Sedangkan untuk investor yang berminat, katanya, bisa saja merupakan investor domestik atau internasional. "Bisa saja orang Timur Tengah karena kan mereka saat ini sedang kelebihan likuiditas," ujar Dewo Broto.

Ditanya tentang kemungkinan memperoleh pinjaman program dari IDB, Dewo menjelaskan, hal itu akan sulit dipenuhi mengingat IDB tengah memiliki masalah kecukupan modal (solvency capital).

Pemerintah Indonesia berencana menerbitkan SBSN atau sukuk pada 2008 senilai Rp15 triliun.

Selain dari Bank Dunia, Bank Pembangunan Asia (ADB), dan Japan Bank for International Cooperation (JBIC), berdasarkan data Bappenas, Indonesia juga menerima pinjaman proyek dari kreditur multilateral lainnya, termasuk IDB dengan nilai outstanding pinjaman mencapai 411,16 juta dollar AS untuk 17 proyek hingga 31 Desember 2007.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

AGENDA

TRAINING Hybrid Contract pada Produk Perbankan Syariah, 18 Februari 2012