Jumat, 09 April 2010 pukul 10:36:00
Pegadaian Syariah Berekspansi
Oleh Yogie Respati
Outlet telah merambah hingga ke Maluku dan Papua.
JAKARTA -- Di tengah maraknya bank syariah membuka layanan gadai emas syariah, Pegadaian Syariah kian ekspansif memperluas bisnisnya. Selain berusaha memperluas jangkauannya hingga ke setiap kabupaten di Tanah Air, Pegadaian Syariah juga mengembangkan produk baru demi memenuhi kebutuhan masyarakat.
Perluasan bisnis dan layanan tersebut dilakukan untuk mencapai target yang ditetapkan hampir dua kali lipat pada tahun ini. General Manager Pegadaian Syariah, Suhardjo, mengatakan, hingga akhir kuartal pertama lalu, pihaknya telah membuka 100 outlet baru. ''Pada tahun ini, target kita adalah jumlah outlet sekitar 600 unit. Setidaknya, hingga saat ini, kami sudah memperbanyak jumlah outlet menjadi sekitar 430 unit. Gadai syariah relatif baru. Karena itu, kami juga usahakan di setiap kabupaten ada,'' kata Suhardjo kepada Republika , Kamis (8/4).
Dalam memilih lokasi outlet Pegadaian Syariah, lanjut dia, pihaknya melihat potensi transaksi dagang masyarakat, baik di pasar maupun pusat perbelanjaan. Outlet Pegadaian Syariah juga telah merambah hingga ke wilayah Indonesia Timur, seperti Maluku dan Papua. Suhardjo menuturkan, dari seluruh wilayah di luar Jakarta, Medan cukup memiliki kontribusi besar dengan jumlah outlet sebanyak 50 unit.
Outlet baru yang dibuka pada triwulan pertama ini pun, ujar Suhardjo, diharapkan dapat terlihat perkembangannya pada triwulan ketiga 2010. Masing-masing outlet ditargetkan dapat menyalurkan minimal Rp 400 juta dalam sebulan. Dalam memasarkan produknya, tambah Suhardjo, pihaknya melakukan sosialisasi melalui media cetak ataupun elektronik serta mengikuti pertemuan besar di kabupaten atau kota.
Dua kali lipat
Pada 2010, Pegadaian Syariah memiliki target hampir dua kali lipat dari pencapaian tahun lalu. Pada 2009, Pegadaian Syariah mencatat penyaluran Ar-Rahn mencapai Rp 2,7 triliun, Ar-Rum Rp 45 miliar, dan Mulia Rp 49 miliar.
Pegadaian Syariah memiliki target untuk Ar-Rahn (gadai syariah) sebesar Rp 4,4 triliun, Ar-Rum (pembiayaan kepada UKM) Rp 90 miliar, dan Mulia (investasi emas) sebanyak 300 kilogram atau senilai Rp 100 miliar.
''Hingga kuartal pertama 2010 diestimasi pembiayaan Ar-Rahn sudah mencapai Rp 900 miliar, Ar-Rum Rp 25 miliar-Rp 30 miliar, dan Mulia sekitar 97 kilogram. Pada Maret saja, produk Mulia sudah menyumbang sekitar 35 kilogram emas,'' papar Suhardjo.
Hingga saat ini, Pegadaian Syariah telah melayani 800 ribu nasabah. Untuk melengkapi bisnisnya, Pegadaian Syariah juga sedang mempersiapkan produk baru berupa gadai kendaraan bermotor.
''Produk ini belum diluncurkan karena sistem belum terbangun. Kita sudah koordinasi dengan litbang dan mudah-mudahan bulan ini produknya bisa launching karena banyak juga masyarakat yang menanyakan,'' tutur Suhardjo.
Pada tahap awal, pihaknya menargetkan Rp 30 miliar dari produk itu dengan diuji coba terlebih dulu di wilayah Jakarta untuk mengevaluasi transaksi dan sistem produk tersebut. Setelah diuji coba, lanjut Suhardjo, produk tersebut baru akan dipasarkan ke seluruh outlet Pegadaian Syariah.
Sementara itu, menanggapi maraknya perbankan syariah yang membuka layanan gadai emas, Suhardjo tak menampik bahwa saat ini trennya memang sedang mengarah ke sana. ''Sudah eranya begitu (layanan gadai di bank syariah). Kita fokus saja pada apa yang sudah kita lakukan. Kita akan terus memperbaiki hal yang berkaitan dengan fisik tempat layanan, SDM, dan sistemnya sehingga mendukung kecepatan layanan, kenyamanan, dan privasi,'' jelas Suhardjo. ed: yeyen rostiyani
Gadai Syariah Dorong Inovasi
Bisnis gadai syariah tetap prospektif. Kendati sebagian besar bank syariah juga turut masuk ke bisnis tersebut, namun hal itu akan mendorong Pegadaian Syariah mengembangkan produk yang lebih variatif. Pengamat ekonomi syariah, Agustianto, mengatakan di tengah banyaknya bank syariah yang masuk ke bisnis gadai syariah, Pegadaian Syariah hendaknya terus mengembangkan produk dan mempertahankan proses pencairan yang cepat.
''Gadai syariah tetap diminati karena masyarakat dapat cepat memperoleh likuiditas. Ekspansi perlu terus dilakukan Pegadaian Syariah,'' katanya, Kamis (8/4). Ia menambahkan, salah satu produk yang dikembangkan Pegadaian Syariah, yaitu Mulia dapat memberikan nilai lebih bagi masyarakat. Produk Mulia yang berupa penjualan logam mulia kepada masyarakat secara tunai, dan agunan dengan jangka waktu fleksibel memberikan layanan investasi bagi masyarakat. ''Produk emas mulia yang dikembangkan Pegadaian Syariah memberi keuntungan investasi bagi masyarakat dan ini membuat produk pegadaian menjadi semakin variatif,'' kata Agustianto.
Sosialisasi kepada masyarakat mengenai gadai syariah pun, lanjutnya, juga harus ditingkatkan sehingga lebih memasyarakat. n yogie respati, ed: yeyen rostiyani
MENGATASI MASALAH SESUAI SYARIAH
Anda ingin mengatasi masalah tanpa masalah sesuai prinsip syariah? Mungkin Anda perlu melongok Pegadaian Syariah. Selain melayani Ar Rahn (gadai syariah), Pegadaian Syariah juga sedang mempersiapkan produk baru berupa gadai kendaraan bermotor. Terbukti, kian banyak alternatif layanan keuangan berbasis syariah di Tanah Air.
Pegadaian Syariah telah memiliki sekitar 430 unit. Untuk ekspansi, target pada 2010 adalah memiliki sekitar 600 unit.
Pegadaian Syariah juga telah merambah hingga ke wilayah Indonesia Timur, seperti Maluku dan Papua.
Hingga saat ini Pegadaian Syariah telah melayani 800 ribu nasabah.
Dari seluruh wilayah di luar Jakarta, Medan cukup memiliki kontribusi besar dengan jumlah outlet 50 unit.
Produk unggulan Pegadaian Syariah adalah Ar-Rahn (gadai syariah), Ar-Rum (pembiayaan kepada UKM), dan Mulia (investasi emas).
Pada kuartal pertama 2010 diestimasi pembiayaan Ar Rahn sudah mencapai Rp 900 miliar, Ar Rum Rp 25 miliar-Rp 30 miliar dan Mulia sekitar 97 kilogram.
Pegadaian Syariah sedang mempersiapkan produk baru yaitu gadai kendaraan bermotor. Produk ini belum diluncurkan karena sistem belum terbangun.
Kelak, akan ada uji coba di Jakarta pada tahap awal produk gadai kendaraan bermotor. Sumber: Pegadaian Syariah
(-)
Index Koran
Tidak ada komentar:
Posting Komentar