Ekonomi Islam di SMA Dibahas
Kontennya lebih sederhana dari kurikulum untuk perguruan tinggi.
JAKARTA -- Pembahasan penyiapan kurikulum ekonomi Islam tingkat SMA yang dilakukan oleh Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) kian intens. Setelah menyelenggarakan seminar dan lokakarya nasional pendidikan ''Format dan Metode Pembelajaran Ekonomi Islam di SLTA'' beberapa waktu lalu, UMY akan menggelar pertemuan kedua untuk membahas konten kurikulum ekonomi Islam tingkat SMA.
Ketua Program Studi Ilmu Ekonomi UMY, Masyhudi Muqorobin mengatakan gambaran kasarnya konten tersebut tak akan jauh berbeda dengan bahan di perguruan tinggi. ''Tapi dalam konten untuk SMA isinya lebih sederhana dan akan kita masukkan nilai-nilai Islam jadi tidak akan menambah beban,'' kata Masyhudi kepada Republika, beberapa waktu lalu. Dalam tahap awal kurikulum yang dimasukkan pun disesuaikan dengan kapasitas para guru.
Untuk pembahasan konten kurikulum tersebut pihaknya akan melakukan pengamatan ke lapangan dan meminta masukan dari para guru SMA. Masyhudi menambahkan pertemuan selanjutnya akan dilakukan dalam tiga bulan mendatang dan diharapkan kurikulum dapat selesai sebelum akhir tahun ini.
Jika pembahasan telah lengkap pihaknya akan mengajukan kurikulum tersebut ke Departemen Pendidikan Nasional. Untuk tahap awal, lanjutnya, kurikulum SMA tersebut pertama kali akan diusulkan dipakai di tingkat SMA Muhammadiyah terlebih dulu. Namun, pihaknya tak menutup kemungkinan kurikulum tersebut dapat dipakai di sekolah lainnya.
Melihat perwakilan sejumlah sekolah yang hadir dalam seminar lalu, lanjutnya, terlihat antusiasme para guru untuk mengembangkan pelajaran ekonomi Islam di sekolah. ''Para guru SMA yang hadir saat itu sudah berkomitmen untuk sharing jadi sambutannya sangat positif.''
Sementara, Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) menyatakan dukungannya terhadap penyiapan kurikulum tersebut. ‘’UMY akan kita kontak dan beri dukungan untuk mensosialisasikan kurikulum ekonomi Islam bersama-sama,’’ kata Ketua Umum IAEI, Mustafa Edwin Nasution.
Sebelumnya IAEI bersama dengan BI dan LPPI telah menyelenggarakan pelatihan ekonomi Islam bagi guru ekonomi SMA. Menurut Mustafa, saat ini masyarakat mulai bersemangat mengembangkan ekonomi Islam. Sejumlah daerah pun telah menambahkan ekonomi Islam ke dalam kurikulum sekolah. gie
Kebutuhan SDM Meningkat
Sejumlah perguruan tinggi telah menyelenggarakan program studi ekonomi Islam untuk memenuhi kebutuhan industri keuangan syariah yang terus berkembang. Diperkirakan industri perbankan syariah memerlukan sekitar 14 ribu SDM untuk membantu mendorong market share menjadi lima persen. Berikut ini data lengkap jumlah tenaga kerja perbankan syariah.
Jumlah Pekerja di Perbankan Syariah
2005: 5.996
2006: 7.371
2007: 8.685
2008: 11.752
2009 (Mei): 13.464
Sumber: Bank Indonesia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar