SELAMAT DATANG "WELCOME" SUGENG RAWUH
Ikutilah!!! Training dan Workshop Fikih Muamalah on Islamic Banking and Finance Level Intermediate /////// Training Notaris: Aspek Legal dan Kontrak-kontrak produk perbankan syariah 28-29 November 2012 //////// Training Hybrid Contracts pada Produk Perbankan dan Keuangan Syariah Tanggal 24 November 2012

Rabu, 08 Juli 2009

Malaysia Investasikan 500 Juta Ringgit Untuk Bangun INCIEF

Malaysia Investasikan 500 Juta Ringgit Untuk Bangun INCIEF PDF Print E-mail
Selasa, 07 Juli 2009
Jakarta (7/7) Director Fajr Capital Malaysia, Rafe Haneef mengatakan bank sentral Malaysia melakukan investasi sebesar 500 juta ringgit untuk mendirikan International Centre for Education in Islamic Finance (INCIEF). "Dukungan itu setidaknya juga bisa dilakukan Bank Indonesia untuk mendorong market share," kata Rafe di sela short course di Universitas Trisakti, kemarin.

ImageDana sebesar 500 juta ringgit itupun murni berupa hibah, bukan merupakan pinjaman. Untuk mendorong industri keuangan syariah Indonesia, lanjutnya, ada tiga institusi kunci yang harus mendukung, yaitu BI, Bapepam dan Departemen Keuangan. Ketiga institusi tersebut harus mendukung perguruan tinggi pula karena riset menjadi hal yang penting.

”Tidak bisa hanya mengandalkan sektor swasta saja untuk riset, harus ada dukungan pemerintah karena membutuhkan dana tak sedikit,” ujar Rafe.

Dengan dukungan riset memadai maka akan dapat menciptakan iklim yang sesuai bagi industri keuangan syariah. Untuk mencapai market share 10 persen misalnya, tambah dia, perlu adanya lembaga yang berdedikasi tinggi untuk mengembangkan industri keuangan syariah.

Untuk langkah awal, kata Rafe, Indonesia bisa bekerja sama dengan Brunei dan Malayia, selanjunya dalam beberapa tahun mendatang bekerja sama dengan Timur Tengah. General Manager Islamic Banking and Finance Institute Trisakti, Muhammad Shodiq mengatakan untuk mendorong pemberdayaan SDM memang diperlukan perhatian penuh pemerintah dan regulator.

Pasalnya dengan adanya dorongan dari pemerintah maka industri perbankan syariah dapat berkembang pesat. ”Mayoritas populasi di Indonesia adalah muslim jadi Indonesia memiliki potensi besar,” kata Shodiq.

Ia mencontohkan negara lain seperti Thailand pun mulai tertarik mengembangkan pendidikan keuangan syariah. ”Sekarang di Thailand memang baru sebatas training keuangan syariah, tapi mereka mulai menyatakan minatnya untuk menyelenggarakan studi keuangan syariah,” ujar Shodiq. (Agus Y www.pkesinteraktif.com) ]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

AGENDA

TRAINING Hybrid Contract pada Produk Perbankan Syariah, 18 Februari 2012