SELAMAT DATANG "WELCOME" SUGENG RAWUH
Ikutilah!!! Training dan Workshop Fikih Muamalah on Islamic Banking and Finance Level Intermediate /////// Training Notaris: Aspek Legal dan Kontrak-kontrak produk perbankan syariah 28-29 November 2012 //////// Training Hybrid Contracts pada Produk Perbankan dan Keuangan Syariah Tanggal 24 November 2012

Rabu, 08 Juli 2009

SBY-Boediono Dominasi TPS Moskow

SBY-Boediono Dominasi TPS Moskow

By Republika Newsroom
Kamis, 09 Juli 2009 pukul 10:08:00

MOSKOW-- Peringkat perolehan suara dalam pilpres di tanah air sepertinya diikuti tempat pemungutan suara luar negeri (TPSLN) di Moskow, Rusia yang didominasi oleh capres SBY-Budiono dengan 59,2 persen, kemudian disusul pasangan Capres nomor satu Megawati-Prabowo meraup 19,1% suara dan capres pasangan JK-Wiranto menutup dengan 15,2% dalam siaran pers yang diterima redaksi Republika Online, Kamis (9/7).

Pemilihan dimulai tepat pukul 09.00 dini hari, atau pukul 12 WIB. Dalam daftar pemilih tetap langsung terdapat 252 orang. Satu jam kemudian, masyarakat mulai berdatangan memenuhi aula KBRI yang memang disulap sebagai tempat pemungutan suara.

Dengan suhu musim panas yang sejuk, 17 derajar Celcius dan matahari yang tidak menyengat, maka perhelatan lima tahunan tersebut terkesan relatif santai. Tidak ada ketegangan sedikitpun. Bahkan di ruangan sebelah TPS diudarakan siaran langsung dari berbagai teve di Indonesia yang bisa dinikmati oleh para calon pemilih.

Sesuai dengan keputusan MK, maka Ketua Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Moskow menerbitkan edaran yang membolehkan para pemilih dengan paspor yang tidak tercantum dalam DPT untuk memilih di KBRI Moskow. Selain itu, masa pemilihan juga diundur selama dua jam dan baru ditutup pada pukul 16.00. “Sesuai dengan semangat nasional, kita ingin memaksimalkan pemilih,” ujar M. Aji Surya, Ketua PPLN Moskow.

Dari perhitungan yang diadakan, ternyata yang datang mencontreng langsung hanya 150 pemilih (60%) dari 252 yang terdaftar dalam DPT pemilih langsung. Menurut catatan PPLN, terdapat 22 calon pemilih yang meminta surat pindah dan sebagian yang tidak hadir lainnya diperkirakan bepergian ke luar negeri tanpa surat pindah. “Ini memang bisa terjadi karena saat ini musim liburan. Jadi terdapat pergerakan arus WNI,” tambahnya.

Di TPSLN KBRI Moskow terdapat 7 orang yang datang dengan hanya menggunakan paspor saja. Mereka adalah para pekerja yang baru saja tiba di Rusia maupun para pelancong dari tanah air yang kebetulan berada di Moskow.

Hasil perhitungan menunjukkan, perhelatan di bumi utara yang diikuti 157 pemilih ini maka pasangan SBY-Budiono meraup 93 suara disusul pasangan Mega-Prabowo dengan 30 suara dan JK-Wiranto 24 suara.

Selain itu, terdapat 10 suara yang tidak sah atau sebesar 6,3 persen. Meski di luar negeri, ada saja keanehan dalam suara yang tidak sah tersebut. Satu suara misalnya, sang pemilih menuliskan kekesalannya dengan kata “sontoloyo” pada semua pasangan capres. “Saya nyatakan tidak sah karena berisi tulisan sontoloyo, sontoloyo dan sontoloyo,” ujar Ketua KPPSLN, Basuki Sugiyono yang disambut tawa para hadirin. Selain itu, ada juga yang seolah “memilih” pasangan presiden dan wapres dari kotak yang berbeda serta beberapa diantaranya surat suara dibiarkan kosong melompong.

Penghitungan suara pilpres di Moskow selesai pada pukul 16.30 dan semuanya berjalan lancar. “Kita semua senang karena proses demokrasi dapat terlaksana tanpa gangguan apapun,” ujar Dubes RI Moskow.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

AGENDA

TRAINING Hybrid Contract pada Produk Perbankan Syariah, 18 Februari 2012